judi bola

Alegori 303 Dan Berbagai Istilah Tentang Judi Bola

Segala bentuk Judi atau di anggap ilegal oleh pemerintah Indonesia sehingga akan membawa masalah ke ranah hukum.

Salah satu sebutan yang paling sering digunakan sebagai kata ganti judi adalah 303.

Angka ini berhubungan dengan berbagai hal, mulai dari Nomor Room 303 di klub malam terkenal jakarta yang biasa di pesan sebagai tempat pertemuan atau rapat para bandar bola sehingga orang mulai menyebut istilah 303.

Sayangnya, walaupun angka ini di anggap sangat istimewa bagi para Bandar dan penjudi, tidak ada yang benar-benar tahu sejarah-nya.

Beberapa orang menganggap bahwa 303 adalah yang di gunakan polisi di Indonesia untuk menangkap para penjudi, dan ini juga menjadi alasan orang-orang kenal dengan isitilah ini.

Tetapi hal yang paling menyakinkan tentang sejarah istilah 303 berasal dari isi Pasal 303 Kitab Undang-undang Hukum Pidana Tentang Perjudian, ini menjadi bukti kuat bandar menjadi pertama kali menggunakan istilah 303 untuk merujuk pada perjudian.

Adapun Penerapan Pasal 303 Kitab Undang-undang Hukum Pidana Tentang Perjudian adalah:

Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan tentang perjudian dalam sistem hukum Indonesia dan bagaimana implikasi penerapan Pasal 303 KUHP terhadap perjudian. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, maka dapat disimpulkan:

  1. Pengaturan tentang larangan perjudian dalam sistem hukum Indonesia ialah pada KUHP dan di luar KUHP. Pada KUHP diatur dalam Pasal 303 dan Pasal 303bis KUHP dan diperkuat lagi dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, yang merupakan perjudian secara konvensional. Sedangkan perjudian secara nonkonvensional adalah jenis baru yang berkembang dan diatur dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yakni dalam Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (1).
  2. Penerapan Pasal 303 KUHP hanya menjangkau tindak pidana perjudian yang terjadi dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Penerapan perjudian sebagai suatu tindak pidana dapat hilang sifat perbuatan melawan hukum jika perjudian itu mendapat izin dari pihak yang berwenang sehingga perjudian itu menjadi sah atau legal.

Sumber: